Peredaran
darah manusia merupakan peredaran darah tertutup dan ganda. Peredaran
darah tertutup artinya dalam peredarannya darah selalu mengalir di dalam
pembuluh darah. Peredaran darah ganda artinya dalam satu kali beredar,
darah melalui jantung sebanyak dua kali sehingga terdapat peredaran
darah besar dan peredaran darah kecil.
Peredaran darah kecil
yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik kanan) melaluli
arteri pulmonalis menuju ke paru-paru, kemudian melalui vena pulmonalis
kembali ke jantung (serambi kiri).
Peredaran darah besar
yaitu peredaran darah dari jantung (bilik kiri) melalui aorta menuju ke
seluruh tubuh, kemudian melalui vena cava kembali ke jantung (serambi
kanan).
Alat peredaran darah manusia terdiri atas darah , pembuluh darah , dan jantung. Sistem transformasi pada manusia ada dua yaitu peredaran darah dan peredaran limfe atau getah bening!!
~DARAH
Darah
adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi
sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme
tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda
halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya sistem
transportasi dengan darah.
Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena
berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan
lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang
dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan
kematian.
Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah)
dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh
kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4
atau 5 liter.
Fungsi Darah Pada Tubuh Manusia :
1. Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
2. Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
3. Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
4. Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
5. Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
6. Menjaga suhu temperatur tubuh
7. Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku
8. Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.
Darah manusia tersusun atas beberapa komponen. Adapun komponen
darah adalah :
a.
Sel darah yang terdiri atas
: sel darah merah (erytrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping-keping
darah pembeku (trombosit).
b. Plasma darah (cairan) yang terdiri atas :
·
Air, hamper 90% berupa
cairan
·
Protein : albumin (53%)
berperan dalam menjaga tekanan osmosis darah, globulin (43%) berperan dalam
pembuatan antibody, fibrinogen (4%) berperan dalam pembekuan darah.
·
Gas berupa O2,
CO2 dan N2.
·
Nutrien : lemak, glukosa,
asam amino, vitamin, dll.
·
Garam mineral : NaCl, KCl,
fosfat, sulfat, bikarbonat, dll.
·
Zat sisa : urea, kretinin,
asam urat, bilirubin.
·
Hormon dan enzim.
c. Dalam plasma terdapat antigen
(protein asing) yang berguna untuk membentuk antibody; presipitin yang
menggumpalkan antigen; lisin yang mampu menguraikan antigen; antitoksin untuk
menawarkan racun.
Macam-macam sel darah :
a.
Sel darah merah (erytrosit)
Bentuk
sel darah merah bulat gepeng, kedua permukaannya cekung (bikonkaf), dan tidak
berinti, pada pria jumlahnya kira-kira 5 juta/mm3 sedangkan wanita
kira-kira 4 juta/mm3. Mengandung hemoglobin (zat warna merah pada
darah) yang berfungsi mengikat O2, mengandung zat besi (Fe),
berwarna merah. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum merah tulang, pada tulang
pipih. Sel darah merah dapat hidup 120 hari, yang sudah tua/rusak akan dirombak
dalam limfa (kura). Hemoglobin yang terlepas akan dibawa ke hati untuk dirombak
menjadi zat warna empedu (bilirubin). Adapun zat besi yang terlepas akan digunakan
dalam membentuk sel darah merah baru.
Jika
sel-sel darah kekurangan zat besi maka akan mengalami penyakit yang disebut
anemia. Adapun jika kekurangan darah O2 dinamakan sianosis.
b. Sel darah putih (leukosit)
Macam-macam sel darah
putih :
·
Monosit, dengan ciri-ciri
inti bulat, besar, bersifat fagosit dan dapat bergerak cepat.
·
Limfosit, dengan ciri-ciri
berinti satu, tidak dapat bergerak, berfungsi untuk imunitas.
Bentuk leukosit tidak tetap (ameboid), tidak
berwarna, memiliki inti, bulat/cekung, jumlahnya pada orang normal kira-kira
6.000-9.000/mm3 . Umur sel darah putih sekitar 12-13 hari. Dibuat
dalam sumsum tulang merah, limfe dan jaringan retikuloendothelium. Fungsi sel
darah putih untuk melindungi tubuh terhadap infeksi. Jika ada kuman sel darah
putih akan memakan kuman tersebut, apabila kalah akan berubah menjadi nanah.
Selain itu leukosit juga sebagai prengangkutan zat lemak, pembuluh chyl dan
limfe serta bersifat fagosit.
c.
Sel darah pembeku
(trombosit)
Bentuk keping
darah pembeku tidak tetap. Fungsinya untuk pembekuan darah, jumlahnya kira-kira
200.000-400.000/mm3, dibuat dalam sumsum tulang (megakariosit). Jika
seseorang luka, keping darah mengalir bersama darah luka, pada waktu menyentuh
permukaan luka akan pecah dan terbentuk trombokinase, dengan bantuan ion
kalsium akan mengubah protrombin (dalam plasma darah) menjadi trombin. Trombin
yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin (benang-benang halus)
yang akan menutup luka sehingga perdarahan berhenti. Skema pembekuan darah:
~JANTUNG
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma.
Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan
luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ
dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung. Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang
meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di
samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar
jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung. Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi
dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini
sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua
rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan
bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan
bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena
bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas
dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah
besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua). Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida
(darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar
(vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi
darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup
trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler)
yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen,
melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju
ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung,
paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui
katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih
ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.
~PEMBULUH DARAH
a. Pembuluh nadi (arteri)
Fungsi arteri adalah untuk mengalirkan darah keluar dari jantung. Terdiri dari :
-
Arteri pulmonalis,
berfungsi mengalirkan darah dari bilik kanan ke paru-paru, banyak mengandung CO2.
-
Aorta (nadi besar),
berfungsi mengalirkan darah dari bilik kiri menuju seluruh tubuh, banyak
mengandung oksigen.
b. Pembuluh balik (vena)
o Fungsi vena untuk mengalirkan darah menuju jantung. Terdiri dari
:
- Vena pulmonalis, berfungsi
mengalirkan darah dari paru-paru menuju serambi kiri jantung.
-
Vena cava superior,
berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian atas.
- Vena cava inferior,
berfungsi membawa darah dari tubuh bagian bawah.
c. Pembuluh kapiler
Pembuluh
kapiler merupakan pembuluh darah yang sangat halus dan langsung berhubungan
dengan sel-sel jaringan tubuh. Pembuluh kapiler menghubungkan ujung pembuluh
nadi terkecil (arteriola) dan ujung pembuluh vena terkecil (venula).
Perbedaan:
Pembuluh darah
vena
|
Pembuluh darah arteri
|
Ø Disebut sebagai pembuluh balik.
Ø Berisi darah kotor kecuali pada vena pulmonalis.
Ø Di sepanjang pembuluh banyak terdapat katup.
Ø Dinding tipis.
Ø Pembuluh ini terletak dekat permukaan tubuh.
Ø Apabila diraba tidak terasa.
|
Ø
Disebut sebagai pembuluh nadi.
Ø
Berisi darah bersih
kecuali pada arteri pulmonalis.
Ø
Di sepanjang pembuluh
hanya terdapat satu katup.
Ø
Memiliki dinding yang
tebal dan elastic.
Ø
Pembuluh ini terletak di
bagian dalam dari tubuh.
Ø
Apabila diraba akan
berdenyut.
|
B. SISTEM
PEREDARAN DARAH MANUSIA
Sistem peredaran darah manusia
ada dua yaitu system peredaran darah besar dan system peredaran darah kecil.
1.
Sistem Peredaran Darah
Besar (Sistemik)
Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta menuju ke
seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui arteri darah
yang kaya akan oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem
peredaran sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke
jantung. Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke
bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara vena yang berasal dari sistem
organ di bawah jantung dibawa oleh vena cava posterior.
Darah
kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan, selanjutnya akan
dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan
satu keunikan dalam sistem peredaran darah manusia karena merupakan
satu-satunya arteri yang membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2)
Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik
kiri – aorta – pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior dan vena
cava inferior – serambi kanan.
|
2.
Sistem Peredaran Darah
Kecil (Pulmonal)
Peredaran
darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri pulmonalis dari
serambi kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus
terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2. Gas O2
masuk melalui sistem respirasi dan CO2 akan dibuang ke luar tubuh. O2
yang masuk akan diikat oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus.
Selanjutnya darah bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis
menuju ke jantung (bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan keunikan yang
kedua dalam system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena
yang membawa darah bersih.
Urutan perjalanan peredaran darah kecil :
bilik kanan jantung – arteri pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis –
serambi kiri jantung.
|
3.
Pembuluh Limfe (Pembuluh
Getah Bening)
Pembuluh
limfe kanan; dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan sebelah
kanan, bermuara di pembuluh balik yang letaknya di bawah tulang selangka kanan.
Pembuluh
limfe dada; dari bagian lain, bermuara dalam vena di bawah tulang selangka
kiri
.
Pembuluh
limfe adalah bermuaranya pembuluh lemak (pembuluh kil). Peredaran limfe adalah
terbuka, merupakan alat penyaring kuman, karena di kelenjar limfe diproduksi
sejenis sel darah putih yang disebut limfosit untuk imunitas.
C. GANGGUAN PADA
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
1. Hemofili, merupakan suatu
penyakit yang mengakibatkan darah tidak membeku secara genetis. Hemofili ini
merupakan penyakit menurun.
2. Anemia, merupakan penyakit
kekurangan darah yang dapat terjadi karena infeksi kuman misalnya apabila
terkena cacing tambang, atau dapat juga karena berkurangnya kadar Hb dalam
darah.
3.
Leukimia (kanker darah)
merupakan penyakit di mana pertambahan sel darah putih secara tidak terkendali
(abnormal) sekitar 500.000/mm3 darah. Hal ini akan sangat merugikan
si penderita karena sifat sel darah putih adalah memakan kuman penyakit, karena
tidak ada kuman penyakit maka akan memakan sel darah merah yang ada.
4.
Varises merupakan penyakit
pelebaran pembuluh darah, biasanya di tangan/kaki. Penyakit ini biasanya
dialami para wanita setelah melahirkan. Kemungkinan besar disebabkan oleh beban
si ibu selama hamil dan masih aktif bekerja, apalagi sering menggunakan sepatu
berhak tinggi. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria pekerja berat
misalnya kuli bangunan atau kuli pasar yang biasa mengangkat beban berat dan
kaki sebagai tumpuannya.
5.
Haemoroid (ambein),
merupakan penyakit yang hamper sama dengan varises, tetapi terjadi di bagian
dubur. Biasanya dialami oleh orang yang sering duduk dalam posisi yang sama dan
dalam waktu yang lama. Gejala awal mula-mula apabila Buang Air Besar (BAB)
terasa sakit, panas dan keluar darah menetes. Apabila tidak diobati
kadang-kadang pada waktu duduk darah akan keluar sendiri dan membasahi celana,
dan apabila sudah parah maka spinkter dalam akan keluar karena telah banyak
pembuluh darah yang pecah. Apabila sampai hal ini terjadi maka harus segera
dioperasi.
6.
Koronariasis, merupakan
penyakit di mana terjadi penyempitan nadi tajuk jantung (jantung koroner).
7.
Hipertensi, merupakan
penyakit di mana terjadi tekanan darah tinggi. Tekanan darah penderita
hipertensi ini melebihi 200 mm Hg, sehingga akan berakibat pusing dan apabila
mengalami jatuh dapat mengakibatkan terjadinya pecahnya pembuluh darah atau
penyumbatan pembuluh darah (stroke).
8.
Hipotensi merupakan
kebalikan dari hipertensi yaitu orang yang memiliki darah kurang dari 100 mm Hg
atau sering disebut dengan penyakit tekanan darah rendah. Biasanya penderita
akan cepat merasa lelah dan kadang-kadang sering kesemutan di anggota gerak
misalnya pada kaki dan tangan.
9. Pingsan, yaitu hilangnya
kesadaran karena berkurangnya suplai oksigen yang dibawa oleh darah.
10. Thalasemia, yaitu penyakit
kelainan darah turunan yang ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal.








0 komentar:
Posting Komentar